Senin, 30 Juni 2014

Belajar itu tidak hanya di 'Bangku'

Belajar, sebuah kata yang selalu menjadi kesan di setiap hari saya.
Sejak akhir pendidikan SMA, saya mulai sadar betapa kurangnya harga dari diri saya di dunia ini untuk dikenang dan diterima orang lain. Sejak kecil mungkin telah banyak orang yang membenci saya, membenci perilaku saya, dan merasa sakit hati karena saya. Semua itu adalah resiko dari perkembangan diri kita. Namun apakah semua itu hanya akan berakhir menjadi sebuah dosa daja kawan?
Yup, pada hakikatnya setiap perbuatan kita akan menyuguhkan berbagai efek, baik itu positif maupun negatif. Namun tinggal bagaimana kita menyikapi, apakah itu akan menjadi titik tolak menuju perbaikan atau tidak.

Kalau boleh cerita, dulu saya adalah orang yang pendiam. Saya sama sekali tidak suka berbicara dengan orang lain, terkadang saya berpikir apa sih pentingnya ngomongin anjing yang tadi pagi lewat di depan rumah itu punya gigi yang gede-gede? Apa coba?
Apa pentingnya ngobrolin makanan kesukaanmu waktu sahur mungkin sama temen-temenmu? Kan tiap orang punya selera masing-masing.
Namun jika ditelaah dan saya pikir baik-baik, inti permasalahannya bukan seberapa penting dan menarik konten yang sedang kita bicarakan namun seberapa efektifkah pembicaraan itu bisa menjalin persahabatan dengan orang yang sedang kita ajak bicara. Bayangkan jika kamu punya teman namun tak pernah mengajak ngobrol itu sama saja cuma punya kartu nama dia tapi gak kenal sama sekali. Beda jika kita selalu berusaha ngobrol dengan dia, kita akan sedikit demi sedikit nyaman dengan dia, begitu juga dengan lawan bicara kita akan mulai mengenal dan nyaman berada di dekat kita.

Lain cerita lagi, saya adalah orang yang suka buka facebook. Facebook adalah salah satu jalan saya memperoleh informasi dari dunia luar. Saya sering share berbagai info dan sedikit mengomentarinya. Namun terkadang apa yang saya pikirkan dan tuliskan berbeda dengan persepsi yang orang lain tangkap, lalu salah siapa? Salah saya
Saya ternyata kurang dapat mengemas informasi yang di otak saya dengan bahasa yang dapat menyampaikan dengan benar. Ternyata ke-efektifan penyampaian informasi melalui verbal tidak sama dengan komunikasi gestur, jelas akan memberikan persepsi yang berbeda. Sebuah pelajaran yang berharga bagi saya.

Dan di dunia ini kita akan belajar bagaimana keberagaman orang, cara untuk kita memahami sesama bukan hanya sekedar berkutat dalam pemikiran kita yang selalu kita pegang erat. Entah itu benar ataupun salah.
Kita mampu memperoleh banyak opini di sekitar kita, sehingga mampu memberikan dorongan pengelaman dan pembelajaran seberapa kurangkah diri kita.

Well, tetap semangat dalam menjalani hidup. hidup adalah ladang untuk kita menjadi lebih baik dan mengumpulakan yang baik untuk masa yang kita belum ketahui.

Kamis, 12 Juni 2014

Kunjungan Tokoh: Marwan Batubara

Selanjutnya setelah Anies Baswedan di hari terakhir Youth Leadership Program ITB 2014, kami berkunjung ke tokoh yang bergelut dalam bidang energi mineral Indonesia yakni Marwan Batubara.
Saat ini beliau merupakan direktur dari Indonesia Resources Studies (IRESS).

Dalam kunjungan ini kami dijelaskan mengenai isu energi dari sumber daya di Indonesia secara general. Isu nya adalah semakin menipisnya cadangan Migas kita namun konsumsi kita justru meningkat. Hal ini berbuntut pada semakin banyaknya impor migas. Telah kita ketahui dulu Indonesia merupakan eksportir migas yang terkenal di duinia, namun saat ini Indonesia telah menjadi importir yang artinya Indonesia sedang kekurangan. Kenapa hal ini terjadi? Tingkat produksi migas Indonesia tidak bertambah secara besar namun malah dibarengi naiknya kebutuhan migas dari sektor transportasi hingga listrik. Akibatnya kita semakin tergantung pada impor migas, yang akan berbuntut semakin dekatnya krisis energi hingga ekonomi ke bangsa besar ini.
Pada dasarnya kita seharusnya sudah memulai mengadakan konversi ke bahan bakar yang lebih murah seperti BBG (Bahan Bakar Gas). Namun program ini sampai sekarang tidak berjalan lancar. Kita bandingkan dengan negara lain kita berada di peringkat 70 an dari banyaknya pemakaian gas untuk moda transportasi. Parahnya jumlah kendaraannya pun tak sampai 10000 dan SPBBG nya hanya 20 an di Seluruh Indonesia. Di negara maju sudah mencapai ribuan untuk SPBBG nya padahal jelas wilayah kita sangatlah luas.

Isu yang kemudian dibicarakan oleh pak Marwan adalah kenaikan harga BBM. Pada akhir tahun 2014 diperkirakan anggaran APBN untuk energi( BBM dkk) naik/bertambah (saya lupa) menjadi 380 Trilliun Rupiah karena inflasi yang mengakibatkan melemahnya nilai mata uang kita. Hal ini bisa saja setelah pemilihan presiden nantinya, harga BBM akan naik.
Menurut data, 409 Milyar Dolar digunakan untuk subsidi BBM dunia pada tahun 2011 dan 8% dari anggaran itu dinikmati oleh 20% penduduk termiskin di dunia. Berarti memang mengadakan subsidi selama ini selalu salah sasaran dan pada akhirnya dinikmati oleh orang-orang yang mampu.
Oleh karena itu pak Marwan memerikan solusi yakni menaikkan harga BBM namun subsidi diberikan secara langsung kepada masyarakat yang tidak mampu secara langsung berupa barang-barang pokok atau BLT. Hal ini dikarenakan penduduk miskin kebanyakan tidak menggunakan atau membeli BBM sehingga jelas salah sasaran. Dapat dilihat juga berdasarkan Indeks Gini yakni kesenjangan antara orang miskin dan kaya meningkat dari 0.33 menjadi 0.44

Isu lain adalah ketahanan energi nasional khususnya dalam bidang listrik. Saat ini proses pembangunan PLTU Batang terhambat, padahal diperkirakan kapasitas yang dibuat adalah 2 x 1000 MW yang artinya akan menambah banyak sekali kebutuhan listrik Jawa Bali. Hambatan ini dikarenakan pembebasan lahan yang belum terselesaikan dan isu pencemaran lingkungan. Jika sampai 2018 pembangkit ini belum terealisasikan maka Jawa-Bali diperkirakan akan terjadi pemadaman bergilir seperti yang terjadi di pulau Sumatera.
Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut Indonesia sangat cocok untuk menggunakan beberapa sumber energi terbarukan misalnya sel surya, Bahan Bakar Nabati (BBN) dan Panas Bumi. BBN yang bisa menjadi alternatif diantaranya singkong dan tebu. Namun untuk jenis ini pemerintah harus melakukan subsidi kelistrikan karena biaya penanganan yang mahal pada pemanfaatan nabati.
Total potensi listrik panas bumi di Indonesia adalah sekitar 29000 MW yang jika dapat direalisasikan seluruhnya makan akan sangat membantu. Karena kapasitas PLN saat ini di seluruh Indonesia sebesar 40000 MW. Namun dari 29GW itu hanya sekitar 4% yang baru dimanfaatkan.

Cerita: 
Dulu ketika tahun 1980an saat Presiden Suharto memimpin, Indonesia memberi cinderamata sebuah Sel Surya kepada pemerintah Malaysia, dan pemerintah Malaysia membalasnya dengan memberi mobil buatannya yakni Proton. Artinya saat itu Indonesia telah mampu membuat teknologi canggih sel surya.
Dan saat ini mobil Proton telah masuk pasar dunia dan perkembangannya sangat cepat. Sedangkan sel surya Indonesia sudah tidak ada kabarnya lagi.

Pembicara: Marwan Batubara

Rabu, 11 Juni 2014

Kunjungan Tokoh: Anies Baswedan

Hari terakhir dari Youth Leadership Program 2014 ditutup dengan kunjungan ke dua tokoh besar Indonesia, dalah satunya adalah Anies Baswedan.
Anies Baswedan adalah pejuang dalam bidang pendidikan yang telah 4 tahun membuat sebuah gerakan yakni Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar adalah sebuah kegiatan yang diperuntukkan kepada para sarjana untuk mengabdi selama satu tahun mengajar ke beberapa pelosok Indonesia yang mengalami ketertinggalan pendidikan. Para relawan akan diminta untuk mengajar dan menyebarluaskan semangat kepada para adik-adik penerus bangsa lainnya agar dapat berkembang dan bersemangar meraih mimpinya masing-masing.
Tak hanya itu, Anies Baswedan saat ini telah mencetuskan gerakan Turun Tangan. Sebuah gerakan suka rela yang bergerak dalam rangka menyebarkan atau membuat jaringan relawan di Indonesia yang nantinya akan menyebarkan informasi dari pusat berupa propaganda dan sebagainya yang akan memberi informasi yang jelas kepada masyarakat umumnya.
Pada kesempatan kali ini, kamibertemu pak Anies Baswedan setidaknya selama 1 jam. Beliau menjelaskan beberapa hal penting mengapa gerakan-gerakan ini harus ada. Beliau percaya bahwa Indonesia ini punya resources, sehingga hal ini harus dimanfaatkan dengan baik. Resources yang dimaksud adalah pemuda dan masyarakat Indonesia sendiri. Sehingga mereka memang harus dilatih dan dididik agar dapat meneruskan dan memimpin republik ini nantinya.
Banyak orang yang menjadi pembayar pajak yang baik namun bukan pengurus pajak yang baik. Maksudnya adalah orang-orang baik di Indonesia itu banyak yang takut masuk ke dunia politik karena berbagai hal sehingga mereka hanya bertindak sebagai pembayar pajak. Bukan yang mengurus pajak, yang artinya tidak membuat berbagai kebijakan yang mengatur pajak itu sendiri yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan yang baik, dan mencegah hal-hal penyelewengannya.
Padahal semua perkembangan dan kebijakan yang dapat memajukan atau menambah derita Indonesia adalah berdasar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. Sehingga jika tidak ada yang berani mengubah jalan-jalan yang salah ini maka tidak akan ada perubahan yang nyata.
Oleh karena itu gerakan Indonesia Mengajar dan Turun Tangan adalah akses bagi para pemuda untuk belajar dan terjun secara tidak langsung ke hal politik. Politik seperti apa? Kegiatan seperti mengajar, menyebarkan informasi pemilu, dan mengawal pemilu bersih. Itu semua adalah kegiatan politik yang nyata, tidak hanya sekedar berpikir sendiri.
Memang banyak orang apatis di Indonesia, tapi tidak cuma hari ini. Bahkan di masa 1945 sampai 1998 pun banyak orang apatis, tapi masih ada orang-orang yang penggerak ini untuk dapat memajukan bangsanya. Nah melalui gerakan-gerakan tersebut diharapkan mampu mengurangi orang-orang apatis di Indonesia sehingga mau ikut bergerak untuk kemajuan bangsanya.
Beliau juga bercerita mengenai salah satu calon relawan. Suatu ketika ada seseorang yang meminta untuk dibuatkan surat ijin orang tua agar diijinkan mengikuti kegiatan selama 1 tahun mengejar ini. Namun apakah dibuatkan? Tidak kawan, gerakan ini ditujukan untuk mengembangkan diri dan orang lain. Anda saja tidak bisa meyakinkan orang tua anda, bagaimana anda bisa meyakinkan orang lain? Kami maunya orang yang mau 'repot-repot', katanya. Sebuah hal yang berpesan sekali menurut saya.

Kemudian setelah itu saya dan teman-teman dijelaskan secara detail mengenai gerakan turuntangan ini oleh koordinator wilayahnya yakni Gisa dan Daru. Mereka adalah mantan PM (Pengajar Muda). Turun Tangan mereka ibaratkan sebagai sebuah mangkok yang akan diisi oleh relawan-relawannya. Relawan dapat hanya memberi dana untuk mendukung gerakan ini, namun mereka juga dapat ikut menyumbang tenaga dan ide mereka untuk kemajuan gerakan ini.
Di gerakan ini memang banyak sekali relawan, bahkan mereka berkubu-kubu dalam pesta demokrasi 2014 yakni PILPRES 2014. Namun ternyata mereka tetap satu kesatuan dalam gerakan ini sehingga tidak ada perpecahan karena rasa memiliki akan gerakan ini.
Sudah lebih dari 31000 orang mendaftar dan aktif dalam relawan ini. Mereka optimis gerakan ini dapat mengubah Indonesia dengan terobosan cara-cara politik yang baru yang mampu membawa Indonesia ke jenjang yang lebih baik. Karena saat ini kita masih saja menggunakan cara-cara lama untuk menjalankan roda pemerintahan.

"Anda adalah bagian dari usaha untuk mengubah Republik ini"

Pembicara: Anies Baswedan, Gisa, Daru

Senin, 09 Juni 2014

Kepemimpinan, haruskah ?

"Manusia yang paling baik adalah manusia yang berguna bagi orang lain"

Hari ini adalah hari ketiga Latihan Kepemimpinan BidikMisi ITB, Youth Leadership Program 2014.
Sedikit share saja bahwa materi pada hari ini adalah masalah kepemimpinan. Ya! Mencetak jiwa kepemimpinan pada diri seorang mahasiswa.
Mahasiswa pada dasarnya adalah masyarakat sipil terpelajar yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mereka menuntut ilmu bergantung pada jurusan dan keahlian masing-masing. Namun haruskah mahasiswa mengenal dan berkecimpung dalam dunia politik?
Pada hari ini pembicara adalah Bapak Taufiqurrahman, dosen dari SITH ITB. Beliau bercerita banyak mengenai pengalamannya di ITB sampai luar negeri. Beliau kuliah di ITB dari 1980 hingga 1985 kemudian melanjutkan studi ke Inggris pada tahun 1987. Beliau tidak hanya sekedar belajar namun mengikuti banyak kegiatan. Bahkan di Inggris, Swansea University, dia menjadi sekretaris dari Islamic Society hingga akhirnya menjabat sebagai ketua. Itu adalah pengelaman yang nyata untuk mengembangkan softskill nya.
Beliau juga bercerita mengenai kehidupan para alumni ITB setelah mendapat pekerjaan. Rata-rata mereka kurang betah atau sabar dalam menjalani karir di sebuah perusahaan. Sehingga banyak alumni yang sulit untuk mencapai posisi puncak yakni pimpinan suatu lembaga. Nah hal inilah yang digunakan sebagai rambu-rambu mahasiswa sekarang agar bersiap-siap untuk meniti karir lebih sabar agar para alumni banyak yang menguasai posisi penting di dalam perusahaan pada umumnya.
Beliau mengatakan mahasiswa itu harus 'Take The Challenge' agar mampu berkembang lebih luas. Agar pada akhirnya mampu menjadi orang yang mampu memimpin bangsa ini. Karena setiap orang adalah pemimpin.

Pada sesi selanjutnya, pembicara adalah Kak Tizar Bijaksana, Presiden Kabinet KM ITB 2011-2012. Beliau menceritakan dan lebih menjelaskan mengenai materi sebelumnya yakni Social Inquiry. Dia menceritakan bahwa kebenaran itu terkadang berbeda dengan apa yang kita lihat dan orang lihat sehingga kita memang harus benar-benar mencari tahunya ke lapangan.
Beliau juga membahas mengenai kemahasiswaan dan manusia.
Dan salah satu kata-kata yang menarik dari dia
"Manusia adalah Benda yang dapat berubah setiap waktu"

Pembicara: Bapak Taufiqurrahman dan Tizar B

Social Inquiry

Pada hari kedua diadakannya acara Youth Leadership Program ITB 2014 pada hari pertama (baca: Latihan Kepemimpinan) yang diselenggarakan oleh BidikMisi ITB, diberikan materi SOCIAL INQUIRY
Social Inquiry sendiri merupakan sebuah cara untuk mengetahui permasalahan yang ada di suatu daerah secara langsung melalui penelitian ke lapangan untuk mencari data-data sehingga dapat diperoleh data yang lebih valid dibanding kita hanya berasumsi dan melihat kondisi di dalam kelas.
Oleh karena itu, pada pertemuan hari kedua ini kami melakukan kegiatan di luar yakni di Garut, sekitar 3 jam dari Kota Bandung

Langkah-langkah dari Social Inquiry ini meliputi

1. Overview
Pada langkah ini kita melakukan obeservasi singkat terlebih dahulu ke tempat melalui penglihatan atau pun wawancara singkat dengan penduduk. Maka akan didapat suatu objek masalah yang akan kita gali lebih dalam pada langkah selanjutnya

2. Rumuskan Masalah
Setelah mendapatkan banyak informasi mengenai masalah-masalah yang terjadi di lokasi kita akan mencoba menentukan titik fokus masalah yang dapat dicari tahu detail masalahnya sehingga nantinya kita mendapatkan solusi yang tepat

3. Hipotesis
Hipotesis adalah langkah selanjutnya, kita mencoba menerka kesimpulan awal yang kita dapat dari overview singkat tersebut, sehingga selanjutnya kita akan coba membuktikan apakah hipotesis itu benar

4. Pengambilan Data
Pengambilan data di lapangan digunakan untuk mencari sebanyak-banyaknya informasi yang akan kita gunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah kita ajukan. Pengambilan data dapat berupa sampel atau wawancara secara langsung. Untuk wawancara minimal jumlah orang yang kita dapat adalah sebanyak 30 orang guna memberikan tingkat kebenaran yang tinggi

5. Analisis data
Pada tahap ini kita coba membandingkan hasil dari data-data yang kita dapat dengan hipotesis yang telah kita buat. Apakah data-data tersebut memang benar adanya membuktikan bahwa persepsi mengenai masalah itu benar atau tidak

6. Kesimpulan
Setelah dilakukan analisis atau pengujian hipotesis tersebut, kita akan membuat kesimpulan akhir yakni kesimpulan final setelah diadakan pengambilan data

7. Konfirmasi lagi
Adalah cara untuk membuktikan kesimpulan kita memang cocok pada kondisi lapangan atau tidak

Saya dan kawan-kawan mencoba melakukan social inquiry tersebut pada lokasi Pasar Baru Garut.
Dari hasil overview didapat hipotesis awal yakni penurunan kualitas pasar akibat adanya Garut Plaza yang baru berdiri beberapa tahun terakhir.
Data yang kami peroleh adalah kurang dari 20 akibat waktu saat itu sudah menunjukkan jam satu siang dan sedikit pengunjung yang dapat kita wawancarai secara langsung.
Dihasilkan kesimpulan bahwa memang sejak adanya Garut Plaza tersebut, perbedaan persepsi dari para pembeli mucul sehingga rata-rata lebih memilih berbelanja kebutuhan sandang di Garut Plaza karena masalah modernitas saat ini. Dan ternyata Garut Plaza sendiri masih ada kebiasaan tawar menawar sehingga dapat dikatakan memang punya daya saing dengan Pasar Baru.
Faktor lainnya adalah masyarakat sedikit tidak suka dengan kondisi jalan Pasar Baru ini, dikatakan bahwa para pedagang semrawut dan melanggar Perda. Anehnya meskipun mereka melanggar aturan yang ada mereka masih dipungut retribusi (Pajak yang sah dari pemerintah) untuk kegiatan jual beli mereka.


Sabtu, 07 Juni 2014

Komunikasi Publik (Mastering Communication)

Sambungan dari materi hari pertama sebelumnya yakni Mastering Communication, Komunikasi Publik adalah pengembangannya

Menurut artinya, komunikasi publik adalah komunikasi yang dilakukan seseorang kepada banyak orang.

Komunikasi Publik mirip dengan Komunikasi personal dari satu sisi, namun berbeda cukup banyak jika dilihat secara mendetail

Beberapa ciri dari Komunikasi Publik sendiri diantaranya
  1. Kurang terdapat interaksi dengan pendengar
  2. Interaksi antar pembicara dan pendengar bukanlah yang utama
  3. Bahasa yang digunakan lebih umum/general
Tujuannya pun lebih sederhana yakni memberikan informasi, hiburan dan menjalin hubungan.

Beberapa trik yang diberikan agar kita mampu berkomunikasi publik dengan baik adalah sebagai berikut:
  1. Kontak Mata
  2. Vokal
  3. Ketepatan
  4. Bahasa Tubuh
  5. Pointer
Ketika berbicara dihadapan khalayak umum kita harus mampu memberikan kontak mata secara rutin, gunanya adalah agar para pendengar mampu tetap fokus pada kita dan menjaga agar pesan tersampaikan dengan baik
Vokalpun juga diperlukan untuk memberikan penekanan dan ketegasan dalam berbicara.
Ketepatan di sini adalah penyesuaian materi yang disampaikan dengan situasi pendengar, misal materi yang cocok untuk lulusan sarjana.
Bahasa tubuh yang kita pakai diusahakan terbuka dan tidak memberikan kesan sombong atau tertutup, agar pendengar juga mampu menerima pesan dengan baik dari kita.
Materi yang diberikan harus dibuat maksimal 4 poin besar, agar pendengar dapat meringkas dan mensimplifikasi info agar mudah diingat

"Jadilah Pemimpin yang Selalu Memancarkan Energi Positif Dengan Lingkungan"

Pembicara: Hendrik

Mastering Communication

Materi ke-3 yang saya dapat pada Youth Leadership Program ITB 2014 hari pertama (baca: Latihan Kepemimpinan) yang diselenggarakan oleh BidikMisi ITB adalah Mastering Communication

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi antara komunikator dengan komunikan. Komunikator menyampaikan ide melalui media, kemudian komunikan akan menerimanya sebagai sebuah persepsi. Jika komunikasi terhambat atau terganggu maka ide dan persepsi ini tidak lah sama. Dikatakan berhasil jika informasi yang dikirim sama dengan yang didapat atau IDE=PERSEPSI

"Banyak orang gagal dalam segala sesuatu karena masalah komunikasi"

Beberapa tips yang diberikan agar kita mampu meningkatkan kemampuan skill komunikasi kita diantaranya,

First Impression
  • The Way You Look
  • The Way You Move
  • The Way You Speak
Seseorang akan dinilai pertama kali adalah ketika first impression seseorang. Jika seseorang gagal memberikan first impression yang baik maka kemungkinan besar tidak lancar dalam melaksanakan komunikasi selanjutnya
Fisrt Impression sangat sering dilakukan oleh para petinggi, contohnya adalah presiden.

Peta bukanlah Wilayah
Sebuah informasi dalam komunikasi dapat sebagai WILAYAH (Komunikator) dan PETA (yang diterima komunikan)
Peta tidaklah sama dengan wilayah sehingga kita harus berusaha menjelaskan lebih detail dari pada informasi agar Peta yang kita 'buat' sama/mirip dengan Wilayah yang dimaksud oleh komunikator.

Dalam hal ini terdapat ilmu yang sangat berguna yakni Ilmu Zoom In dan Zoom Out.
Zoom In  adalah ketika kita berusaha memperbesar atau memperjelas suatu informasi yang kita dapat agar lebih tergambar 'Wilayah' apa dan seperti apa yang sedang dimaksud oleh komunikator
Zoom Out adalah ketika kita berusaha membuat general suatu masalah agar dapat diterima oleh khalayak ramai sehingga tidak meribet dan membingungkan seseorang

Kemudian Hal yang sangat penting dalam komunikasi adalah cara kita menyampaikan pesan/informasi itu sendiri
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal tiga cara penyampaian informasi yakni,
  1. Visual
  2. Vokal
  3. Verbal
Visual adalah cara penyampaian melalui metode gesture, gerak tubuh, atau sikap tubuh. Visual adalah cara yang efektif dan sangat berpengaruh kepada tersampaikannya sebuah pesan kepada pendengar, kurang lebih sebesar 55%
Vokal adalah cara penyampaian pesan melalui suara seperti tintonasi, jeda, dan bahasa. Vokal berperan kecil yakni 7%
Verbal adalah cara penyampaian pesan dengan penulisan atau metode kata-kata. Keberhasilannya sebesar 38%

Dalam melakukan komunikasi yang baik kita juga dapat menerapkan metode
Pacing--->Leading
Seseorang harus mampu Pacing terlebih dahulu, yakni menyamankan orang lain dengan diri kita sehingga orang yang akan kita beri informasi dapat secara terbuka menerima hal-hal yang kita berikan.
Contoh dari Pacing misalnya adalah Mirroring. Mirroring adalah cara untuk menyamakan gerak dan pose tubuh dari orang lain sehingga orang tersebut lama-kelamaan akan merasa nyaman berbicara dengan kita
Leading adalah kelanjutan dari metode sebelumnya yakni memulai memberikan informasi yang dimaksud.

Pembicara: Gun Gun S H

    Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pemimpin ?

    Di dalam acara yang sama yakni Youth Leadership Program ITB 2014 hari pertama (baca: Latihan Kepemimpinan) yang diselenggarakan oleh BidikMisi ITB, salah satu materi yang diberikan adalah implementasi pencalonan diri seseorang menjadi Pemimpin. Pemimpin di sini dapat dalam skala kecil yakni sebuah organisasi hingga pada pencalonan Presiden.

    Seorang calon pemimpin harus melakukan 4 buah cara berikut agar dapat setidaknya membawa dia lebih dekat pada kemenangan dalam pemilihan.
    Dipaparkan sebagai berikut

    Empat Tips yang harus dilakukan agar dapat menang pemilu (katanya)
    1. Memilih zona menang
    2. Dekat dengan pemilih
    3. Simplifikasi
    4. Cepat
    Memilih zona menang
    Ketika kita menjadi seorang calon presiden (contohnya),  kita harus tahu di mana tempat kita memiliki suara paling banyak atau bisa disebut daerah kemenangan kita
    Ketika kita telah memetakan letak daerah kemenangan kita, kita telah sedikitnya mendapat modal apakah kemungkinan kemenangan kita besar atau kecil. Jika kecil kita dapat mengusahakan sebuah cara untuk meningkatkan zona tersebut

    Dekat dengan pemilih
    Seorang pemilih akan lebih merasa simpatis ketika melihat para calon yang dilihatnya secara langsung memberikan simpati secara nyata pada daerahnya. Oleh karena itu kita harus menunjukkan kemampuan dan visi kita kepada para pemilih. (Khusus wilayah Indonesia)

    Simplifikasi
    Orang/pemilih tidak akan peduli pada seberapa pintar kita menjelaskan detil rencana atau visi yang kita paparkan. Orang lebih fokus pada poin-poin yang kita berikan sehingga kita perlu membuat lebih simple agar dapat diterima dengan baik oleh pemilih

    Cepat
    Ketika orang telah mengerti maksud tujuan kita, kita harus segera Cepat melakukan tindakan agar kita mampu lebih awal mendapatkan simpati dari pada pemilih sehingga tidak keburuan oleh lawan.

    Pembicara: Hendrik

    Who Is a Leader ?

    Siapakah pemimpin itu?

    Adalah hal yang mungkin tidak terlalu dipertanyakan oleh seseorang, karena kebanyakan orang menganggap Pemimpin itu ada lah orang yang mampu mengatur segala sesuatu dan membuat semua hal menjadi lebih baik.
    Namun hari ini, dalam acara Youth Leadership Program ITB 2014 pada hari pertama (baca: Latihan Kepemimpinan) yang diselenggarakan oleh BidikMisi ITB, saya mendapatkan cukup banyak penjelasan lebih mendetail dari apa yang disebut Leader itu sendiri.

    Dari yang dipaparkan, Leader dapat dijelaskan melalui tiga poin berikut

    Knows The Way
    Shows The Way
    Goes The Way

    Artinya,
    Seorang Pemimpin harus lah mampu mengetahui (KNOWS) jalan atau cara yang harus dipilih untuk membawa sesuatu (misalnya organisasi) ke arah yang lebih baik
    Tidak hanya itu seorang pemimpin harus mampu menunjukkan (SHOWS) jalan tersebut kepada partnernya atau bawahannya agar suatu organisasi mampu melakukan kegiatan yang searah kepada visi yang ingin dicapainya.
    Kemudian bersama-sama dengan anggotanya seorang pemimpin maju menuju jalan yang dia beritahukan sebelumnya.

    Ibarat sebuah kapal, Pemimpin adalah Nahkoda yang tahu kemana kapal akan melaju, kemudian mampu menjelaskan kepada awak rute yang akan ditempuh, kemudian bersama-sama menuju tujuan yang akan dituju.

    Pembicara: Gun Gun S H